Senin, 30 Maret 2020

CARA PENCEGAHAN COVID 19

Pencegahan pada Level Individu dan Masyarakat



A. Pencegahan Level Individu

1. Upaya Kebersihan Personal dan Rumah

Menjaga kebersihan diri/personal dan rumah dengan cara:

  1. Mencuci tangan lebih sering dengan sabun dan air setidaknya 20 detik atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol (hand sanitizer), serta mandi atau mencuci muka jika memungkinkan, sesampainya rumah atau di tempat bekerja, setelah membersihkan kotoran hidung, batuk atau bersin dan ketika makan atau mengantarkan makanan.
  2. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci
  3. Jangan berjabat tangan
  4. Hindari interaksi fisik dekat dengan orang yang memiliki gejala sakit
  5. Tutupi mulut saat batuk dan bersin dengan lengan atas bagian dalam atau dengan tisu lalu langsung buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci tangan
  6. Segera mengganti baju/mandi sesampainya di rumah setelah berpergian
  7. Bersihkan dan berikan desinfektan secara berkala pada benda-benda yang sering disentuh dan pada permukaan rumah dan perabot (meja, kursi, dan lain-lain), gagang pintu, dan lain-lain.

2. Peningkatan Imunitas Diri dan Mengendalikan Komorbid


Dalam melawan penyakit COVID-19, menjaga sistem imunitas diri merupakan hal yang penting, terutama untuk mengendalikan penyakit penyerta (komorbid). Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatan imunitas diri pada orang yang terpapar COVID-19, yaitu sebagai berikut:
a. Konsumsi gizi seimbang
b. Aktifitas fisik/senam ringan
c. Istirahat cukup
d. Suplemen vitamin
e. Tidak merokok
f. Mengendalikan komorbid (misal diabetes mellitus, hipertensi, kanker).


B. Pencegahan Level Masyarakat

1. Pembatasan Interaksi Fisik dan Pembatasan Sosial (Physical Contact/Physical Distancing dan Social Distancing)

Pembatasan sosial adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah. Pembatasan sosial ini dilakukan oleh semua orang di wilayah yang diduga terinfeksi penyakit. Pembatasan sosial berskala besar bertujuan untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit di wilayah tertentu. Pembatasan sosial berskala besar paling sedikit meliputi: meliburkan sekolah dan tempat kerja; pembatasan kegiatan keagamaan; dan/atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Selain itu, pembatasan social juga dilakukan dengan meminta masyarakat untuk mengurangi interaksi sosialnya dengan tetap tinggal di dalam rumah maupun pembatasan penggunaan transportasi publik.

Pembatasan sosial dalam hal ini adalah jaga jarak fisik (physical distancing), yang dapat dilakukan dengan cara:

  • Dilarang berdekatan atau kontak fisik dengan orang mengatur jarak minimal 1 meter, tidak bersalaman, tidak berpelukan dan berciuman.Hindari penggunaan transportasi publik (seperti kereta, bus, dan angkot) yang tidak perlu, sebisa mungkin hindari jam sibuk ketika berpergian.
  • Bekerja dari rumah (Work From Home), jika memungkinkan dan kantor memberlakukan ini.
  • Dilarang berkumpul massal di kerumunan dan fasilitas umum.
  • Hindari bepergian ke luar kota/luar negeri termasuk ke tempat-tempat wisata.
  •  Hindari berkumpul teman dan keluarga, termasuk berkunjung/bersilaturahmi tatap muka dan menunda kegiatan bersama. Hubungi mereka dengan telepon, internet, dan media sosial.
  •  Gunakan telepon atau layanan online untuk menghubungi dokter atau fasilitas lainnya.
  • Jika anda sakit, Dilarang mengunjungi orang tua/lanjut usia. Jika anda tinggal satu rumah dengan mereka, maka hindari interaksi langsung dengan mereka.
  • Untuk sementara waktu, anak sebaiknya bermain sendiri di rumah.
  • Untuk sementara waktu, dapat melaksanakan ibadah di rumah.

Semua orang harus mengikuti ketentuan ini. dIhimbau untuk mengikuti petunjuk ini dengan ketat dan membatasi tatap muka dengan teman dan keluarga, khususnya jika Anda:

  1. Berusia 60 tahun keatas
  2. Memilik penyakit komorbid (penyakit penyerta) seperti diabetes melitus, hipertensi, kanker,asma dan Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) dan lain-lain
  3. Ibu hamil
2. Menerapkan Etika Batuk dan Bersin

Menerapkan etika batuk dan bersin meliputi:

  1. Jika terpaksa harus bepergian, saat batuk dan bersin gunakan tisu lalu langsung buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci tangan.
  2. Jika tidak ada tisu, saat batuk dan bersin tutupi dengan lengan atas bagian dalam.

Sumber bacaan :

PEDOMAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN CORONAVIRUS DISESASE
(COVID-19) - Revisi ke -4 Dokumen Resmi 27 Maret 2020
Kementerian Kesehatan RI
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P)

Minggu, 29 Maret 2020

KENALI COVID-19 DAN CEGAH PENULARAN

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-Cov-2) adalah virus yang menyerang sistem pernafasan.
Penyakit karena virus ini disebut COVID-19). Virus corona bisa menyebabkan ganguan pada sistem pernafasan, pneumonia akut, sampai pada kematian.

ODP COVID-19

Infeksi virus ini disebut COVID -19 dan pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019.

Gejala Virus Corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernafasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak, sesak nafas, dan nyeri dada.

Namun secara umum tanda-tandanya adalah :
a. Demam (suhu tubuh diatas 38 derajat Celcius)
b. Batuk
c. Sesak Nafas.

Biasanya gejala muncul setelah 2 hari sampai 14 hari setelah terpapar virus ini.

Cara Penularan COVID-19


  1. Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk pendertita COVID-19
  2. Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tanga terlebih dahulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
  3. Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.
Virus Corona bisa menginfeksi siapa saja, tetapi akan lebih berbahaya efeknya apabila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang sedang sakit atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Cara Pencegahan

Sampai saat ini belum ada vaksin untuk pencegahan virus Corona, cara terbak adalah menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkannya. 
Diantaranya adalah:
  1. Hindari bepergian ditempat umum yang ramai pengunjung (Social Distance)
  2. Gunakan masker saat beraktifitas ditempat umum atau keramaian.
  3. Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, setelah beraktifitas diluar rumah atau di tempat umum.
  4. Jangan menyentuh mata, mulut atau hidung sebelum mencuci tangan.
  5. Hindari kontak dengan hewan liar, dan jika terjadi segeralah cuci tangan.
  6. Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  7. Tutup mulut dan hidung dengan tissu saat batuk atau bersin kemudian buang tissu ke tempat sampah.
  8. Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakirt demam, batuk atau pilek.
  9. Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan
Untuk orang yang  diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (Orang Dalam Pemantauan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan :
Isolasi mandiri




  1. Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan
  2. Periksa diri ke dokter hanya bila mengalami gangguan pernafasan yang disertai demam atau memenuhi kriteria PDP ( Pasien Dalam Pengawasan)
  3. Usahakan untuk tinggal terpisah dengahn orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan gunakan gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda denga yang digunakan orang lain.
  4. Larang dan cegah orang lain mengunjungi atau menjenguk sampai benar-benar sembuh.
  5. Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sakit
  6. Hindari penggunaan berbagai alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  7. Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama dengan orang lain
  8. Gunakan tissu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin kemudian buang tissu ke tempat sampah.
Demikian semoga bermanfaat.

Jumat, 27 Maret 2020

ISTILAH-ISTILAH DALAM CORONA (COVID 19)

Corona Virus Dease (COVID 19) atau biasa disebut CORONA saat ini menjadi masalah global. Karena sebagian besar negara-negara di dunia mengalami wabah ini.

Ada beberapa istilah yang sering kita dengar, dan supaya kita paham, berikut hasil rangkuman dari berbagai sumber :

Istilah dalam Corona
1. ODP (Orang Dalam Pemantauan )


ODP adalah orang dalam Pemantauan . Biasanya memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit tenggorokan, demam, tetapi tidak ada kontak dengan penderita positif. Orang dengan status ini tidak perlu rawat inap di rumah sakit tetapi akan diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri dirumah setidaknya  selama 14 hari.

2. PDP ( Pasien Dalam Pengawasan )


PDP akan mengalami proses observasi, mempunyai gejala demam, batuk sesak nafas dan sakit tenggorokan atau   ada saluran nafas bawah yang terganggu serta terjadi kontak erat dengan penderita atau dari daerah yang terjangkit. 

3. SUSPECT


Suspect adalah orang atu pasien dengan pengawasan yang menunjukkan gejala infeksi Corona, pernah melakukan perjalanan ke daerah yang menjadi loksi pesebaran Corona, melakukan kontak atau bertemu dengan orang yang positif COVID 19.

4. POSITIF

Pasien yang dinyatakan positif terinfeksi Corona harus menjalani perawatan dirumah sakit yang dirujuk Pemerintah.

5. LOCKDOWN

Pengawasan secara ketat, mengunci atau membatasi agar tidak keluar atau masuk dari sebuah wilayah atau negara untuk menghindari penyebaran COVID 19.

6. SOCIAL DISTANCING


Cara atau himbauan kepada masyarakat untuk menjahui segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak antar manusia, menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang

7. ISOLASI

Tindakan perawatan dengan menjauhkan orang-orang yang terinfeksi menular dari orang-orang yang tdak terinfeksi.

8. KARANTINA


Orang yang diyakini terpapar COVID 19 tetapi tidak bergejala dan mengharuskan orang trsebut harus tinggal di rumah.

9. WORK FROM HOME (WFH)

Melakukan pekerjaan di rumah masing-masing, yang biasa dikerjakan dikantor atau perusahaan.

10. IMPORTED CASE


Kasus virus Corona yang menimpa seseorang yang baru kembali dari luar negeri tanpa terkait dengan kluster manapun.

11. LOCAL TRANSMISSION

Penularan virus corona yang terjadi secara lokal atau dilokasi pasien positif COVID 19 berada dan pasien tersebut tidak mempunyai sejarah perjalanan di luar negeri.

12. EPIDEMI

Wabah besar yang mengalami peningkatan secara mendadak, cepat, dan dalam jumlah yang banyak penyakit tertentu, ditempat, atau wilayah tertentu.

13. PANDEMI

Penyebaran yang terjadi secara global dibanyak negara di dunia.

14.  RAPID TEST


Tes cepat untuk mendeteksi keberadaan COVID 19, karena dalam waktu 30 menit sudah bisa mendeteksi virus.

15 CAIRAN DESINFEKTAN


Zat kimia yang digunakan untuk membersihkan dan membunuh kuman pada benda tak hidup

Demikian beberapa istilah, semoga dengan mengetahui kita dapat melakukan tindakan tepat, jangan panik, selalu berkoordinasi dengan instansi terkait, dan ikut anjuran Pemerintah.

Cegah COVID 19, Desa Ringin Bentuk Satgas

Sebagai langkah antisipasi pencegahan terhadap wabah Corona Virus Dease (COVID 19), Jumat, 27 Maret 2020, Pemerintah Desa Ringin bersama dengan Instansi terkait dan Lembaga Desa melakukan konsolidasi untuk bersama-sama dalam menanggulangi  wabah Corona.
Satgas Penanggulangan COVID 19 Ringin

Dalam sambutannya Kepala Desa Ringin mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama dan waspada terhadap penyebaran Corona di Desa Ringin.  Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah selalu menjaga kebersihan lingkungan, selalu mencucui tangan dengan sabun atau hand sanitiser, melakukan sosial distance sesuai dengan himbauan Pemerintah, menghindari pertemuan dengan kehadiran massa.

Sebagai langkah awal Pemerintah Desa Ringin membagikan sprayer dan cairan desinfektan kepada masing-masing RW dan untuk selanjutnya disalurkan kepada masing-masing RT. Sasaran penyemprotan desinfektan adalah tempat-tempat berkumpulnya masyarakat. 

Melalui Sekdes Ayatullah Dwi Cahyono, Pemerintah Desa juga menghimbau kapada masyarakat untuk menunda dulu jika dalam waktu dekat ada masyarakat yang mempunyai hajatan, dan jika ada warga Ringin yang baru datang untuk segera melapor kepada Pemerintah Desa untuk ditindaklanjuti ke Puskesmas untuk cek kesehatan.

Tim Satgas Penangulangan COVID 19 terdiri dari Kepala Desa, Babinkamtibmas, Babinsa,  Sekretaris Desa Kasi Kesra, Bidan Desa, BPD LPMD Linmas, Karang Taruna, dan unsur RT/RW.
Tim Sukarelawan dari Kwarcab Rembang
Pada hari yang sama Desa Raingin mendapatkan penyemprotan sesinfektan dari Kwarcab Rembang, meliputi tempat-tempat fasilitas umum diseluruh Desa Ringin.


Jadi untuk warga Desa Ringin dihimbau untuk selalu berkoordinasi dengan Satgas dan jangan panik.




Senin, 03 Februari 2020

PROGRAM KERJA KKN MAHASISWA UNDIP DI DESA RINGIN

 
KKN Mahasiswa UNDIP usai sosialisasi program

DESA RINGIN. Enam mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang dari beberapa program studi yang tergabung dalam Tim I KKN UNDIP melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ringin.  Terhitung mulai tanggal Senin, 6 Januari 2020 mereka akan melakukan beberapa program hingga satu setengah bulan ke depan.


Bagas Risky Abdilah selaku Ketua Tim 1 KKN Undip mengkoordinir lima mahasiswa lainnya untuk melakukan pelbagai kegiatan maupun program di Desa Ringin. Mahasiswa 22 tahun tersebut berharap semoga program yang akan diusung timnya dapat banyak membantu masyarakat desa dalam berbagai bidang. “Program akan kami konsultasikan dengan dosen pembimbing kami, lalu kami jalankan di desa” Jelas mahasiswa tehnik elektro tersebut.


Adapun Program kerja yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :

1. Kampung Hemat Energi : Pelatihan Instalasi Listrik dan hemar Daya Listrik Pad Rumah Tangga

  • Penjelasan mengenai pentingnya hemat energi, tips dan trik untuk hemat energi, serta fakta mengenai alat penghemat energi
  • Pelatihan Pembuatan Street Light Emergency Lamp (Lampu Emergency untuk Penerangan Jalan Umum) dari Trafo Charger HP Bekas
  • Penjelasan mengenai pembuatan rangkaian joulethief sebagai lampu emergency menggunakan trafo bekas charger hp
KKN Mahasiswa UNDIP bersama Aparatur PEMDES Desa Ringin


2. Pemberian Edukasi dan Pelatihan Uji Kualitas Air Sumur Sederhana Menggunakan Teh Serta Pembuatan Alat Penjernih Air Sederhana.

  • Penjelasan dan praktek uji kelayakan konsumsi pada air sumur secara sederhana dengan menggunakan teh untuk mengetahui kandungan logam disertai pelatihan penanganan sederhana dengan pembuatan alat penjernih kualitas air sebagai penjernih air yang keruh.
  • Penyuluhan dan Pelatihan Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber)
  • Penjelasan serta pelatihan secara langsung mengenai pembuatan dan pemanfaatan budidaya ikan sebagai penghasilan menggunakan media ember dan bahan yang mudah didapatkan
3. PUISI MAFIA” Pendampingan Ibu Hamil Berisiko Tinggi Dengan Pemanfaatan Buku KIA
  • Program yang dilaksanakan dengan memberikan edukasi mengenai materi tentang ibu hamil risiko tinggi, indikator ibu hamil risiko tinggi, bagaimana mencegahnya dan menjaga kesehatan ibu hamil. Kegiatan dilaksanakan pada kelas Ibu hamil karena program ini memiliki sasaran yaitu ibu hamil di Desa Ringin, mengingat di Desa Ringin masih ditemukan ibu hamil berisiko tinggi. Selain itu, juga dipaparkan mengenai pemanfaatan Buku KIA oleh ibu hamil. Luaran dari program ini yaitu modul dan leaflet. Diharapkan setelah dilaksanakan program ini, terdapat keberlajutan program oleh kader kesehatan dengan memberikan pendampingan ibu hamil secara berkala.
  • Edukasi tentang posyandu balita dan pemanfaatan KMS oleh ibu sebagai media pemantauan tumbuh kembang anak
  • Memberikan edukasi mengenai pentingnya datang ke posyandu balita, baik manfaat posyandu, standar pelayanan posyandu, dan juga mengenai pemanfaatan KMS oleh ibu balita sebagai media untuk memantau serta mengetahui tumbuh kembang anak, cara membaca grafik KMS, serta penjelasan setiap grafik yang terbentuk. Diharapkan setelah keberlangsungan program ini, ibu berbalita dapat mengetahui manfaat KMS yang terdapat di Buku KIA, dan juga kader kesehatan dapat memberikan penjelasan kepada ibu balita mengenai tumbuh kembang anak yang hadir di posyandu melalui grafik yang terbentuk setelah pengukuran BB dan TB pada setiap balita.
4. Pencegahan Stunting melalui Pola Asuh 1.000 HPK.
  • Program yang dilakukan dengan mengedukasi ibu hamil mengenai mengenai Stunting, 1000 HPK, dan kaitannya 1000 HPK dengan pencegahan stunting. Dalam menyampaikan materi perlu dipersiapkan PPT dan video singkat mengenai stunting dan 1000 HPK serta cara pencegahannya. Luaran yang dihasilkan berupa leaflet yang memuat ringkasan isi materi.
    Kegiatan program ini dilaksanakan dengan sasaran Peserta Kelas Ibu Hamil. Setelah program selesai dijalankan akan dilakukan pemantauan melalui Bidan Desa dan Kader Kesehatan untuk mengetahui apakah peserta sudah melaksanakan pencegahan stunting melalui pola asuh 1000 HPK.
  • Gerakan Sadar BPJS Kesehatan
  • Memberikan edukasi mengenai mengenai Peraturan BPJS Kesehatan, pengertian BPJS Kesehatan, dan manfaat menjadi peserta BPJS Kesehatan. Dalam menyampaikan materi perlu dipersiapkan PPT dan video singkat mengenai pentingnya BPJS Kesehatan. Luaran yang dihasilkan berupa leaflet yang memuat ringkasan isi materi.Kegiatan program KKN dilaksanakan dengan sasaran Peserta Kelas Ibu Hamil.
    Setelah program selesai dijalankan akan dilakukan pemantauan melalui Bidan Desa dan Kader Kesehatan untuk mengetahui apakah peserta sudah terdaftar menjadi peserta BPJS
5. Pemanfaatan Tanaman TOGA Menjadi Home Made Hand Sanitizer
  • Realisasi program berupa pemaparan mengenai pentingnya sanitasi tangan dan pengenalan mengenai hand sanitizer khususnya keunggulan dari produk hand sanitizer alami berbahan dasar lidah buaya yang dapat menjadi alternatif mencuci tangan yang lebih efisien disertai dengan praktik pembuatan produk hand sanitizer alami bersama ibu PKK Desa Ringin
  • Pemanfaatan Bahan Alami Menjadi Home Made Biopestisida Ramah Lingkungan
  • Penjelasan beserta sosialisasi kepada masyarakat desa mengenai bahaya yang ditimbulkan dari pestisida dari bahan kimia dan ajakan untuk menggunakan pestisida organik yang berasal dari bahan alami sehingga lebih ramah lingkungan disertai dengan praktik pembuatan produk pestisida alami.
6.Pemberdayaan Ibu Hamil Terhadap Pembuatan Menu Makanan Tambahan Dalam Pencegahan Ibu Hamil Risiko Tinggi dan Bayi Lahir Stunting

  • penjelasan mengenai bahaya yang disebabkan Kekurangan Energi Kronis (KEK), serta mengajak ibu hamil untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi sesuai kebutuhan gizi agar bayi tidak lahir stunting.
  • Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengelola Sampah Organik Menjadi Kompos dan Memaksimalkan Pemanfaatan Bank Sampah
  • pemaparan mengenai proses pengomposan dari berbagai bahan dari mulai limbah pertanian, limbah industri, hingga limbah rumah tangga dan juga pemaparan mengenai manfaat kompos bagi lingkungan, perekonomian, dan tanah disertai praktek pembuatan komposter
Demikian enam program yang diusung mahasiswa untuk masyarakat Desa Ringin, dan untuk mengetahui lebih jelas dan apabila memerlukan pendampingan tgerhadap program dimaksud diharap langsung menemui di POSKO yang berada di RT 06 RW 01.

Semoga program-program tersebut dapat diaplikasikan dan bermanfaat untuk warga Desa Ringin khususnya dan masyarakat luas.

#Desa_Ringin
Naskah diambil dari Website Desa Ringin

Minggu, 19 Januari 2020

#DESA RINGIN; PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2020

Prioritas pembangunan Desa Ringin tahun 2020 disusun dalam Musyawarah Desa Penyusunan RKPDes Tahun 2020 yang dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 20 September 2019. Musyawarah yang dipimpin Kepala Desa Sohibuddin Tamimi ini membahas APBDes Perubahan Tahun 2019, RKP Tahun 2020, serta laporn pelaksanaan pembangunan  yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2019.
Musdes Desa Ringin

A. APBDes Perubahan berdasarkan hasil musyawarah adalah sebagai berikut :
  1.  Pelatihan Kader Pembangunan Manusia (KPM)
  2. Pembelian Sound System
  3. Lomba HUT RI Tingkat Kecamatan
  4. Pembentukan Panitia BPD
  5. Pembentukan Panitia PILKADES
  6. Shandset RT 05 RW 01
Desa Ringin :shandset RT 05 RW 01 sumber dana dari APBDES Perubahan

B. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun 2020

  1. Pembangunan Jalan Poros Desa
  2. Pembangunan talud jalan porrs desa
  3. Pemugaran Rumah Tidak Layajk Huni (RTLH)
  4. Pembanguna jalan lingkungan RW 02
  5. Pembangunan jalan lingkungan RW 01
  6. Pembangunan  Drainase RT 01 RW 03 - Lapangan Bola ke Utara
  7. Penataan Lingkungan RT 02 RW 03 (Pak Safuan  - Pak Askun)

 Pada kesempatan yang sama pada akhir masa jabatannya Kepala Desa Shohibuddin Tamimi juga menyampaikan laporan perkembangan pembangunan yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2019. Pada kegiatan fisik disampaikan sebagai berikut :

  
No.
Nama Kegiatan
Lokasi
Jumla Dana
Volume
Progres
Sebelum Nego
Setelah Nego
1
Pembangunan Jalan Aspal
Sandsheet
Dukuh Angkatan
    Rp. 415.137.100
    Rp. 397.557.000
1.047 m
I = 659 x 3 m
II =100 x 2,8 m
III =288 x 2,5 m
 100%

Jalan shandshet Dukuh Angkatan Desa Ringin 

Pembangunan yang berlokasi di Dukuh Angkatan ini telah rampung dengan anggaran Rp. 397.557.000.- dengan panjang 1.047 meter.


No.
Nama Kegiatan
Lokasi
Jumla Dana
Volume
Progres
Sebelum Nego
Setelah Nego
2.
Gorong-gorong dan Talud
Dukuh Angkatan  dan Galeng
48.429.200
48.429.200
Talud 135 m
Gorong I & II panjang 4 m

100%

Jalan sandshet Dukuh Nggaleng  #Desa Ringin


No.
Nama Kegiatan
Lokasi
Jumla Dana
Volume
Progres
Sebelum Nego
Setelah Nego
3
Aspal Sandsheet
RT 02 RT 04/ RW I
    148.193.300
    140.743.000
432 m
I = 167 x 2.8 m
II = 47 x 2   m
III = 217 x 2.5 m
100%

#Desa Ringin : Shandshet RT 02 dan RT 04 RW 01



No.
Nama Kegiatan
Lokasi
Jumla Dana
Volume
Progres
Sebelum Nego
Setelah Nego
4
Lapen RW 02
RT 02-03-04 RW 02
       71.998.224
       69.201.724
391 m
I = 391 x 2.5 m
100%



No.
Nama Kegiatan
Lokasi
Jumla Dana
Volume
Progres
Sebelum Nego
Setelah Nego
5
Pengecatan Gapura Desa
Desa Ringin
2.500.000
2.500.000
1 gapura
100%


No.
Nama Kegiatan
Lokasi
Jumla Dana
Progres
Dana
Anggaran
Volume
6
Lapangan Voli
RT 05 RW 01
150.000.000
1 Lapangan
100%
Bankab
Lapangan Voli
RT 06 RW 01

1 Lapangan
50%
Bankab
Lapangan Voli
RT 02 RW 02

1 Lapangan
0%
Bankab

Pembangunan lapangan bola voli bersumber dari dana bantuan keuangan Kabupaten Rembang dengan volume 3 lapangan masing-masing berada di RT 05 RW 01, Dukuh Mlayang, dan Dukuh Dukuhan RT 06 RW 01. Progres pembangunan masing-masing 100%, 50% dan 0% karena untuk dua lapangan tersebut masih menunggu pencairan tahap II.

#Lapangan Voli Ringin RT 05 RW 01

Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga telah selesai, dengan sumber dana dari Dana Desa (DD)  dan dana Bantuan Keuangan dari Provinsi.

No.
Nama Kegiatan
Alokasi
Jumla Dana
Progres
Dana
Besaran Dana
Volume
6
Zubaidi RT 01/02
10.000.000
10.000.000
1 unit
100%
DD
Sukinah RT 02/02
10.000.000
10.000.000
1 unit
100% 
DD
Solikin RT 03/02
10.000.000
10.000.000
1 unit
100% 
DD
Kariyono RT 04/02
10.000.000
10.000.000
1 unit
 100%
DD
Lasmi RT 02/03
10.000.000
10.000.000
1 unit
100%
DD
Faozi RT 02/03
10.000.000
10.000.000
1 unit
100%
DD
Saubari RT 03/03
10.000.000
10.000.000
1 unit
100%
DD
Ahmad Ali RT 04/03
10.000.000
10.000.000
1 unit
100% 
DD





Maskuri RT 06/01
10.000.000
10.000.000
1 unit
100%
Banprov
Kalsum RT 06/01
10.000.000
10.000.000
1 unit
100%
Banprov
Dhihar RT 04/01
10.000.000
10.000.000
1 unit
100%
Banprov

Pembangunan Fisik dengan sumber dana berasan dari Dana Desa, Bankeu Kabupaten, dan Bankeu Provinsi inti menghabiskan anggaran Rp.  918.430.924 .-

Bersumber dari APBN pelaksanaan pembangunan Peningkatan Jaringan Irigasi Tersier yang berlokasi di Dukuh Sambong juga telah selesai. Jaringan irigasi dengan anggaran Rp. 195.000.000.- ini diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian dipersawahan sekitarnya.

Irigasi Sambong

Program pembangunan pada tahun anggaran 2020 ditidaklanjuti pada forum MUSRENBANGDES pada tanggal 20 Desember 2019, yang dihadiri oleh unsur Forum Pimpinan Kecamatan Pamotan, beserta instansi terkait, Lembaga Desa dan perwakilan tokoh masyarakat di Balai Desa Ringin

Musrenbangdes #Desa Ringin

Untuk saran dan perbaikan silakan tulis dikolom komentar dibawah ini.