Senin, 23 November 2015

RPJM Desa Ringin 'In Progress'

Pelan namun pasti, program kegiatan yang direncanakan terus berjalan. Pembangunan bidang sarana dan prasarana. Ada yang telah rampung dan ada yang masih dalam proses pengerjaan, dan ada pula yang belum dikerjakan.

Pelan namun pasti.

Berikut beberapa kegiatan yang terbagi dalam beberapa wilayah :

1. TK Ringin Putra
Perbaikan teras TK Ringin Putra

Jenis kegiatan perbaikan teras yang meliputi atap dan lantai keramik. Besar anggaran Rp. 3.600.000.-
Sumber dana dari PADes, status pekerjaan sudah selesai.







2. Dukuhan RT 06/RW 01
Drainase di RT 06 RW 01 dalam pengerjaan

Jenis kegiatan pembangunan drainase. Besar anggaran Rp. 30.000.000.- Dengan sumber dana PADes, status pekerjaan sudah selesai.
Pekerjaan dibantu warga dengan gotong royong denngan harapan untuk kecukupan dana mengingat lokasi yang panjang dengan anggaran yang terbatas. Drainase ini sebagai solusi pembuangan air dari tegalan karena posisinya yang lebih tinggi dari perumahan warga.

3. Dukuh Brangwetan Angkatan


Kondisi Jalan sekarang

Jenis kegiatan adalah pembuatan talud jalan dan rabat beton. Sumber dana dari PADes dan APBD I, masing masing Rp. 51.089.000.- dan Rp. 50.000.000.-  Karena adanya swadaya gotong-royong dari masyarakat setempat, pekerjaan diwilayah ini banyak mengalami pengembangan. dan praktis semua jalan dan lorong sudah rapi dengan talus sekaligus rabat beton.

4. Dukuh Jetis
Kondisi lahan sebelum dikerjakan

Kegiatan pembuatan jalan baru. Meliputi pembuatan talud  dengan penimbunan batuan pudel. Sumber dana dari Dana Desa (DD), dengan alokasi Rp. 92.291.100.- status pekerjaan saat ini 90% selesai.
Kondisi Sekarang

















5. Sempapan Mlayang


Talud Sepapan sebelum dimulainya pekerjaan
Melalui Dana Desa (DD)  wilayah ini mendapat pekerjaan pembangunan talud dan  drainase, dengan besaran dana Rp.   80.429.000.- Karena harus melalui mekanisme yang diatur dalam tata cara pengggunaan Dana Desa, pelaksanaan pekerjaannya terbagi dalam beberapa termin sesuai progres pekerjaan berjalan.
Dalam kondidi pengerjaan

6. Dukuh Sambong


Menagalami kekurangan air pada musim kemarau Dukuh Sambong sangat membutuhkan penampung (tower) air yang bisa menjangkau kebutuhan air bersih warga. Melalu Dana Desa, Pemerintah Desa Ringin memfasilitasi poembangunan sarana air bersih. Besar anggaran adalah Rp. 113.844.000.- direncanakan 1 unit dengan jaringan pipi yang menjangkau seluruh wilayah. 

Status pekerjaan dalam progres.













7. Ringin RT 04 RW 01


Berada di pusat pemerintahan desa, tentu memearlukan penataan agar kelihatan rapi, dan yang lebih utama adalah untuk pembuangan air pada musim penghujan.
Sumber dana kegiatan adalah Alokasi Dana Desa (ADD0  dengan besaran Rp. 57.600.000.- Kondisi saat ini dalam progres penyelesaian pekerjaan.







8. Mlayang

Pembangunan drainase yang berada di wilayah RT 01 RW 02 ini telah selesai. Sumber dana dari ADD, dengan besaran Rp. 7.620.000.-

Rencana kegiatan masih ada yang belum terlaksana namun Pemerintah Desa berusaha pada tahun anggaran 2015 ini semua kegiatan bisa selesai baik sarana dan prasarana fisik maupun non fisik.


Minggu, 22 November 2015

Talud dan Rabat Beton di Brangwetan Dukuh Angkatan Desa Ringin

Salah satu permasalahan yang selalu menjadi perhatian Pemerintah Desa Ringin adalah pemerataan pembangunan di segala bidang. Sesuai dengan undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang dana Desa  dan dengan munculnya PP no 60 tahun 2014 tentang Desa.
Kondisi jalan sebelum pembangunan

Rencana pembangunan sesuai yang tertuang di dalam RPJMDes tahun 2015, sumber dana pembangunan berasal dari beberapa  sumber yaitu PADes(dana dari hasil lelang bengkok dan bondo deso),  Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD), serta bantuan dari APBD I.
Musyawarah sebelum kegiatan dimulai

Di Brangwetan Dukuh Angkatan pada tahun anggaran 2015 ini mendapat pembangunan peningkatan kualitas jalan dengan dua kegiatan.

1. Talud Jalan
     Pembangunan talud sepanjang 270 x 0,60 meter  ini bersumber dari  PADes dengan anggaran sebesar  Rp. 51.089.000. Sesuai dengan hasil musyawarah dengan warga setempat bahwa untuk menjangkau hasil yang lebih banyak maka masyarakat secara gotong royong  mengadakan penggalian parit yang nantinya untuk mempercepat pemasangan talud.
Pekerjaan pembangunan  talud

Sebagai upaya pemberdayaan masyarakat  disepakati pula bahwa untuk pengadaan material sekaligus tenaga kerja dikelola sendiri oleh warga setempat. Berkat kerjasama yang baik antara warga dan panitia seluruh jalan dan lorong di wilayah ini sudah bertalud rapi, dengan peninggian badan jalan karena daerah ini rawan banjir bila musim penghujan tiba. 

penambahan tinggi badan jalan sebagai antisipasi banjir
Dari keseluruhan kegiatan pembangunan talud ini, sesuai dengan laporan panitia masih menyisakan dana Rp. 17.060.000.- Sisa dana ini di sepakati  digunakan rabat jalan bersamaan dengan kegiatan serupa yang bersumber dari APBD I.






2. Rabat Beton

Volume pekerjaan rabat adalah 265 meter dengan lebar masing-masing 80 cm dengan antara 60 cm dan ketebalan 12 cm. Sumber dana dari APBD I tahun 2015 sebesar Rp. 50.000.000.-
Pekerjaan rabat jalan

Setelah melalui beberapa kendala yang tidak berarti pekerjaan dapat diselesaikan dengan beberapa pengembangan. Rencana pekerjaan yang semula dengan lebar 160 meter dengan antara 60 cm, akhirnya diselesaikan dengan lebar badan jalan 2,50 m dengan penambahan rabat pada dua lorong dengan panjang masing masing 40an meter.
Kondisi jalan sesudah pekerjaan

Dengan selesainya pekerjaan peningkatan lualitas jalan di diwilayah ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup warganya, sekaligus menepis anggapan bahwa selama ini daerah ini tidak tersentuh oleh pemerataan pembangunan.


Senin, 26 Januari 2015

Musdes Serah Terima PNPM 2014; Ada Pengembangan

Kegiatan Pelaksanaan Pembangunan Talud  melalui dana PNPM 2014 telah selesai. Dengan diterimanya hasil kegiatan melalui Musyawarah Desa Serah terima tanggal 20 November 2014.

Musyawarah yang bertempat di Mushalla RT 01/RW 01 ini dihadiri oleh warga RT 01 dan RT 02 tempat  kegiatan pembangunan berada dimana warga lebih mengetahui proses pembangunan dari awal hingga berakhirnya kegiatan.

Seperti tertuang dalam SPPB No.  14/SPPB/PNPM-MB/PMT/V/2014, tanggal 21 Agustus 2014, jumlah dana kegiatan adalah :

a. Tunjangan Guru Madin ............... Rp.  9.600.000.-
    Operasional  UPK ........................Rp.      202.000.-
    Operasional TPK .........................Rp.       303.000.-

b. Pembanguna Talud Jalan  .......... Rp.  102.155.000.-
    Opearional UPK .........................Rp.       2.150.000.-
    Operaional TPK  .........................Rp.       3.225.000.-

Jumlah dana ini berbeda dengan anggaran sebelumnya seperti tertera dalam SPPB No. 14/SPPB/PNPM-MPd/PMT/IV/2014 tertanggal 01 April 2014. , karena ada revisi secara nasional.
Sebagai wujud peranserta masyarakat, kali ini Desa Ringin memberikan dana swadaya sebesar Rp. 2.250.000.-

Dari rencana target pembangunan talud dengan volume 0,25 x 0,65 x 640 meter, bisa dikembangkan menjadi 0,25 x 0.65 x 1.064,50 meter, ditambah lagi dengan pembuatan gorong-gorong  di RT 01, gorong-gorong dan  plat cor gorong-gorong di RT 02.
Pengembangan yang demikian bisa terwujud karena adanya gotong royong warga diwilayah ini dalam membantu pelaksanaan, terutama dalam penggalian pondasi talud. dan kesediaan warga untuk menebang pepohonan  yang terkena penggalian saluran air.

Dalam sambutannya Kepala Desa Ringin, Shohibuddin Tamimi mengucapkan terima kasih kepada Tim Pengelola Kegiatan karena telah bekerja dengan baik, sehingga hasil pekerjaannya dapat diterima warga, dan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Desa Ringin, terutama warga RT 01 dan RT 02/RW 01, yang dengan semangat bersama-sama bergotong-royong membantu kegiatan ini.
Ditambanhkan pula semangat gotong-royong yang selama ini terbangun dengan baik, supaya terpelihara terus menerus, karena pembangunan tanpa dukungan dari masyarakat mustahil akan terwujud.








Mengakhiri sambutannya Kepala Desa yang akrab di sapa Amik ini mengatakan, gototng royong yang masih berjalan dengan baik ini tidak hanya terbatas pada kegiatan PNPM tetapi dilaksanakan pada semua kegiatan, sehingga masyarakat ikut memelihara dan memiliki, sekaligus peduli dengan pembangunan lingkungan yang dilaksanakan Pemerintah Desa.