Senin, 30 Maret 2020

CARA PENCEGAHAN COVID 19

Pencegahan pada Level Individu dan Masyarakat



A. Pencegahan Level Individu

1. Upaya Kebersihan Personal dan Rumah

Menjaga kebersihan diri/personal dan rumah dengan cara:

  1. Mencuci tangan lebih sering dengan sabun dan air setidaknya 20 detik atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol (hand sanitizer), serta mandi atau mencuci muka jika memungkinkan, sesampainya rumah atau di tempat bekerja, setelah membersihkan kotoran hidung, batuk atau bersin dan ketika makan atau mengantarkan makanan.
  2. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci
  3. Jangan berjabat tangan
  4. Hindari interaksi fisik dekat dengan orang yang memiliki gejala sakit
  5. Tutupi mulut saat batuk dan bersin dengan lengan atas bagian dalam atau dengan tisu lalu langsung buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci tangan
  6. Segera mengganti baju/mandi sesampainya di rumah setelah berpergian
  7. Bersihkan dan berikan desinfektan secara berkala pada benda-benda yang sering disentuh dan pada permukaan rumah dan perabot (meja, kursi, dan lain-lain), gagang pintu, dan lain-lain.

2. Peningkatan Imunitas Diri dan Mengendalikan Komorbid


Dalam melawan penyakit COVID-19, menjaga sistem imunitas diri merupakan hal yang penting, terutama untuk mengendalikan penyakit penyerta (komorbid). Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatan imunitas diri pada orang yang terpapar COVID-19, yaitu sebagai berikut:
a. Konsumsi gizi seimbang
b. Aktifitas fisik/senam ringan
c. Istirahat cukup
d. Suplemen vitamin
e. Tidak merokok
f. Mengendalikan komorbid (misal diabetes mellitus, hipertensi, kanker).


B. Pencegahan Level Masyarakat

1. Pembatasan Interaksi Fisik dan Pembatasan Sosial (Physical Contact/Physical Distancing dan Social Distancing)

Pembatasan sosial adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah. Pembatasan sosial ini dilakukan oleh semua orang di wilayah yang diduga terinfeksi penyakit. Pembatasan sosial berskala besar bertujuan untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit di wilayah tertentu. Pembatasan sosial berskala besar paling sedikit meliputi: meliburkan sekolah dan tempat kerja; pembatasan kegiatan keagamaan; dan/atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Selain itu, pembatasan social juga dilakukan dengan meminta masyarakat untuk mengurangi interaksi sosialnya dengan tetap tinggal di dalam rumah maupun pembatasan penggunaan transportasi publik.

Pembatasan sosial dalam hal ini adalah jaga jarak fisik (physical distancing), yang dapat dilakukan dengan cara:

  • Dilarang berdekatan atau kontak fisik dengan orang mengatur jarak minimal 1 meter, tidak bersalaman, tidak berpelukan dan berciuman.Hindari penggunaan transportasi publik (seperti kereta, bus, dan angkot) yang tidak perlu, sebisa mungkin hindari jam sibuk ketika berpergian.
  • Bekerja dari rumah (Work From Home), jika memungkinkan dan kantor memberlakukan ini.
  • Dilarang berkumpul massal di kerumunan dan fasilitas umum.
  • Hindari bepergian ke luar kota/luar negeri termasuk ke tempat-tempat wisata.
  •  Hindari berkumpul teman dan keluarga, termasuk berkunjung/bersilaturahmi tatap muka dan menunda kegiatan bersama. Hubungi mereka dengan telepon, internet, dan media sosial.
  •  Gunakan telepon atau layanan online untuk menghubungi dokter atau fasilitas lainnya.
  • Jika anda sakit, Dilarang mengunjungi orang tua/lanjut usia. Jika anda tinggal satu rumah dengan mereka, maka hindari interaksi langsung dengan mereka.
  • Untuk sementara waktu, anak sebaiknya bermain sendiri di rumah.
  • Untuk sementara waktu, dapat melaksanakan ibadah di rumah.

Semua orang harus mengikuti ketentuan ini. dIhimbau untuk mengikuti petunjuk ini dengan ketat dan membatasi tatap muka dengan teman dan keluarga, khususnya jika Anda:

  1. Berusia 60 tahun keatas
  2. Memilik penyakit komorbid (penyakit penyerta) seperti diabetes melitus, hipertensi, kanker,asma dan Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) dan lain-lain
  3. Ibu hamil
2. Menerapkan Etika Batuk dan Bersin

Menerapkan etika batuk dan bersin meliputi:

  1. Jika terpaksa harus bepergian, saat batuk dan bersin gunakan tisu lalu langsung buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci tangan.
  2. Jika tidak ada tisu, saat batuk dan bersin tutupi dengan lengan atas bagian dalam.

Sumber bacaan :

PEDOMAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN CORONAVIRUS DISESASE
(COVID-19) - Revisi ke -4 Dokumen Resmi 27 Maret 2020
Kementerian Kesehatan RI
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P)

Minggu, 29 Maret 2020

KENALI COVID-19 DAN CEGAH PENULARAN

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-Cov-2) adalah virus yang menyerang sistem pernafasan.
Penyakit karena virus ini disebut COVID-19). Virus corona bisa menyebabkan ganguan pada sistem pernafasan, pneumonia akut, sampai pada kematian.

ODP COVID-19

Infeksi virus ini disebut COVID -19 dan pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019.

Gejala Virus Corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernafasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak, sesak nafas, dan nyeri dada.

Namun secara umum tanda-tandanya adalah :
a. Demam (suhu tubuh diatas 38 derajat Celcius)
b. Batuk
c. Sesak Nafas.

Biasanya gejala muncul setelah 2 hari sampai 14 hari setelah terpapar virus ini.

Cara Penularan COVID-19


  1. Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk pendertita COVID-19
  2. Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tanga terlebih dahulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
  3. Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.
Virus Corona bisa menginfeksi siapa saja, tetapi akan lebih berbahaya efeknya apabila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang sedang sakit atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Cara Pencegahan

Sampai saat ini belum ada vaksin untuk pencegahan virus Corona, cara terbak adalah menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkannya. 
Diantaranya adalah:
  1. Hindari bepergian ditempat umum yang ramai pengunjung (Social Distance)
  2. Gunakan masker saat beraktifitas ditempat umum atau keramaian.
  3. Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, setelah beraktifitas diluar rumah atau di tempat umum.
  4. Jangan menyentuh mata, mulut atau hidung sebelum mencuci tangan.
  5. Hindari kontak dengan hewan liar, dan jika terjadi segeralah cuci tangan.
  6. Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  7. Tutup mulut dan hidung dengan tissu saat batuk atau bersin kemudian buang tissu ke tempat sampah.
  8. Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakirt demam, batuk atau pilek.
  9. Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan
Untuk orang yang  diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (Orang Dalam Pemantauan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan :
Isolasi mandiri




  1. Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan
  2. Periksa diri ke dokter hanya bila mengalami gangguan pernafasan yang disertai demam atau memenuhi kriteria PDP ( Pasien Dalam Pengawasan)
  3. Usahakan untuk tinggal terpisah dengahn orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan gunakan gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda denga yang digunakan orang lain.
  4. Larang dan cegah orang lain mengunjungi atau menjenguk sampai benar-benar sembuh.
  5. Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sakit
  6. Hindari penggunaan berbagai alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  7. Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama dengan orang lain
  8. Gunakan tissu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin kemudian buang tissu ke tempat sampah.
Demikian semoga bermanfaat.

Jumat, 27 Maret 2020

ISTILAH-ISTILAH DALAM CORONA (COVID 19)

Corona Virus Dease (COVID 19) atau biasa disebut CORONA saat ini menjadi masalah global. Karena sebagian besar negara-negara di dunia mengalami wabah ini.

Ada beberapa istilah yang sering kita dengar, dan supaya kita paham, berikut hasil rangkuman dari berbagai sumber :

Istilah dalam Corona
1. ODP (Orang Dalam Pemantauan )


ODP adalah orang dalam Pemantauan . Biasanya memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit tenggorokan, demam, tetapi tidak ada kontak dengan penderita positif. Orang dengan status ini tidak perlu rawat inap di rumah sakit tetapi akan diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri dirumah setidaknya  selama 14 hari.

2. PDP ( Pasien Dalam Pengawasan )


PDP akan mengalami proses observasi, mempunyai gejala demam, batuk sesak nafas dan sakit tenggorokan atau   ada saluran nafas bawah yang terganggu serta terjadi kontak erat dengan penderita atau dari daerah yang terjangkit. 

3. SUSPECT


Suspect adalah orang atu pasien dengan pengawasan yang menunjukkan gejala infeksi Corona, pernah melakukan perjalanan ke daerah yang menjadi loksi pesebaran Corona, melakukan kontak atau bertemu dengan orang yang positif COVID 19.

4. POSITIF

Pasien yang dinyatakan positif terinfeksi Corona harus menjalani perawatan dirumah sakit yang dirujuk Pemerintah.

5. LOCKDOWN

Pengawasan secara ketat, mengunci atau membatasi agar tidak keluar atau masuk dari sebuah wilayah atau negara untuk menghindari penyebaran COVID 19.

6. SOCIAL DISTANCING


Cara atau himbauan kepada masyarakat untuk menjahui segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak antar manusia, menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang

7. ISOLASI

Tindakan perawatan dengan menjauhkan orang-orang yang terinfeksi menular dari orang-orang yang tdak terinfeksi.

8. KARANTINA


Orang yang diyakini terpapar COVID 19 tetapi tidak bergejala dan mengharuskan orang trsebut harus tinggal di rumah.

9. WORK FROM HOME (WFH)

Melakukan pekerjaan di rumah masing-masing, yang biasa dikerjakan dikantor atau perusahaan.

10. IMPORTED CASE


Kasus virus Corona yang menimpa seseorang yang baru kembali dari luar negeri tanpa terkait dengan kluster manapun.

11. LOCAL TRANSMISSION

Penularan virus corona yang terjadi secara lokal atau dilokasi pasien positif COVID 19 berada dan pasien tersebut tidak mempunyai sejarah perjalanan di luar negeri.

12. EPIDEMI

Wabah besar yang mengalami peningkatan secara mendadak, cepat, dan dalam jumlah yang banyak penyakit tertentu, ditempat, atau wilayah tertentu.

13. PANDEMI

Penyebaran yang terjadi secara global dibanyak negara di dunia.

14.  RAPID TEST


Tes cepat untuk mendeteksi keberadaan COVID 19, karena dalam waktu 30 menit sudah bisa mendeteksi virus.

15 CAIRAN DESINFEKTAN


Zat kimia yang digunakan untuk membersihkan dan membunuh kuman pada benda tak hidup

Demikian beberapa istilah, semoga dengan mengetahui kita dapat melakukan tindakan tepat, jangan panik, selalu berkoordinasi dengan instansi terkait, dan ikut anjuran Pemerintah.

Cegah COVID 19, Desa Ringin Bentuk Satgas

Sebagai langkah antisipasi pencegahan terhadap wabah Corona Virus Dease (COVID 19), Jumat, 27 Maret 2020, Pemerintah Desa Ringin bersama dengan Instansi terkait dan Lembaga Desa melakukan konsolidasi untuk bersama-sama dalam menanggulangi  wabah Corona.
Satgas Penanggulangan COVID 19 Ringin

Dalam sambutannya Kepala Desa Ringin mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama dan waspada terhadap penyebaran Corona di Desa Ringin.  Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah selalu menjaga kebersihan lingkungan, selalu mencucui tangan dengan sabun atau hand sanitiser, melakukan sosial distance sesuai dengan himbauan Pemerintah, menghindari pertemuan dengan kehadiran massa.

Sebagai langkah awal Pemerintah Desa Ringin membagikan sprayer dan cairan desinfektan kepada masing-masing RW dan untuk selanjutnya disalurkan kepada masing-masing RT. Sasaran penyemprotan desinfektan adalah tempat-tempat berkumpulnya masyarakat. 

Melalui Sekdes Ayatullah Dwi Cahyono, Pemerintah Desa juga menghimbau kapada masyarakat untuk menunda dulu jika dalam waktu dekat ada masyarakat yang mempunyai hajatan, dan jika ada warga Ringin yang baru datang untuk segera melapor kepada Pemerintah Desa untuk ditindaklanjuti ke Puskesmas untuk cek kesehatan.

Tim Satgas Penangulangan COVID 19 terdiri dari Kepala Desa, Babinkamtibmas, Babinsa,  Sekretaris Desa Kasi Kesra, Bidan Desa, BPD LPMD Linmas, Karang Taruna, dan unsur RT/RW.
Tim Sukarelawan dari Kwarcab Rembang
Pada hari yang sama Desa Raingin mendapatkan penyemprotan sesinfektan dari Kwarcab Rembang, meliputi tempat-tempat fasilitas umum diseluruh Desa Ringin.


Jadi untuk warga Desa Ringin dihimbau untuk selalu berkoordinasi dengan Satgas dan jangan panik.